5 Sate Ini Tidak Ada di Tempat Lain Kecuali di Lombok. Cobain, deh!

Lombok selain menjadi surganya para pelancong untuk menikmati panorama alam, kuliner-kuliner khas yang tidak didapat di daerah lain juga menjadi daya tarik tersendiri dari pulau yang meraih “World Halal Tourism Award” pada tahun 2015 ini.

Selain Pelecing Kangkung dan Ayam Taliwang yang sudah tersohor, jenis-jenis sate di Lombok ternyata sangat beragam. Paling tidak ada 5 jenis sate yang paling recomanded untuk dicoba jika anda berkesempatan menginjakkan kaki di Pulau Seribu Masjid ini.

Sate Rembiga.

Kalau mampir ke Lombok, rugi jika tidak mencicipi jenis sate yang satu ini terutama buat anda yang doyan makanan pedas. Sate yang terbuat dari daging sapi dengan bumbu khas ini paling tidak memakan waktu seharian untuk diproses sebelum kemudian dibakar dan disajikan karena daging sapi yang telah dipotong harus direndam terlebih dahulu di dalam bumbu yang sudah disiapkan agar lebih meresap.

Saat dibakar, sate Rembiga juga punya tehnik khusus yakni dengan diolesi minyak kelapa, sehingga tekstur sate tidak terlalu kering saat disajikan dan sate menjadi lebih empuk. Dapat dibayangkan bukan, bagaimana rasa pedas manis bercampur dalam lumeran bumbu khas yang meresap jauh ke dalam daging sapi terbaik di Lombok itu.

Harga untuk satu porsi (10 tusuk) sate rembiga yaitu 20 ribu saja dan anda bisa makan dengan nasi atau lontong serta kerupuk ditemani minuman yang dingin dan segar atau memesan seporsi pelecing kangkung sebagai tambahan sensasi pedas dari kangkung Lombok renyah itu. Asli.. Recommended banget!

Sate Pusut

Kuliner sate lainnya yang khas di Lombok, Nusa Tenggara Barat yaitu sate pusut. Sate ini dibuat dengan melilitkan daging sapi yang sudah digiling halus dan dicampur dengan parutan kelapa dan bumbu. Ukuran tusukan sate pusut dibuat lebih besar dari tusukan sate pada umumnya dengan bumbu khas yang meresap ke dalam daging sebelum dibakar membuat rasa yang begitu nikmat.

Sate pusut ini banyak dijual di beberapa tempat di Lombok, seperti di Rembiga, Ampenan atau di daerah lainnya. Buat anda pecinta sate, wajib untuk dicoba dan dijamin ketagihan.

Sate Tanjung.

Bagi anda yang suka makanan laut, jangan sampai tidak mencoba sate ini ya.. berbeda dari sate sebelumnya yang terbuat dari daging sapi, sate Tanjung terbuat dari ikan Cakalang atau Langoan. Paduan rasa gurih dan pedas dari sate dengan bumbu santan dan rempah-rempah sangat terasa.

Sate Tanjung sangat nikmat bila disantap dalam keadaan hangat bersama lontong atau nasi tergantung selera.

Karena lebih afdol jika kita menikmati kuliner dari tempat asalnya di Tanjung, Lombok Utara maka tempat terbaik menemukan jenis sate ini yaitu di pasar Tanjung atau terminal Tanjung.

Buat anda yang sedang di Lombok atau mau secepatnya ke Lombok, Sate Tanjung wajib jadi salah satu kuliner yang harus dicoba.

Sate Bulayak.

Kuliner khas di Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat ini tidak kalah dengan dengan sate yang sudah kita ulas di atas. Bahan bakunya lebih variatif yaitu daging ayam atau sapi, juga jeroan. Setelah dipotong kecil-kecil, semua bahan baku tadi ditusuk dengan lidi pohon aren.

Bumbuk kuahnya tidak hanya kacang tanah yang disangrai dan ditumbuk, tapi juga bersatu dengan santan dan direbus dengan bumbu rempah lainnya. Cukup banyak tambahannya, seperti cabai rawit, bawang merah, bawang putih, kemiri, merica, dan garam.

Sebelum dibakar, daging sapi atau ayam diberi bumbu lebih dulu. Itulah yang menimbulkan rasa gurih dan pedas. Paduannya adalah lontong yang dibalut daun aren.

Nah, lontong inilah yang disebut bulayak. Satu porsi menu ini, yang terdiri atas 10 tusuk satai plus bulayak, dibanderol hanya seharga 20-25 ribu rupiah.

Mencari penjualnya juga tidak sulit karena bisa ditemukan di sejumlah tempat wisata umum, seperti di Senggigi, Taman Narmada, Pemandian Suranadi, atau Taman Udayana di Mataram.

Sate Pencok.

Sate jenis yang satu ini mungkin belum banyak dikenal. Jika biasanya sate terbuat dari daging sapi atau aya, berbeda dengan sate pencok khas Lombok yang terbuat dari bahan utama tepung sagu yang dibentuk kotak-kotak. Namun sate pencok juga bisa terbuat dari kulit sapi yang dipotong kotak padat. Uniknya, rasanya hampir mirip antara yang terbuat dari tepung maupun dari kulit sapi karena sama-sama bertekstur kenyal.

Yang khas dari sate pencok yaitu siraman bumbu pelalahnya yang pedas-pedas nikmat. Sate pencok juga biasanya disajikan bersama bihun plecing sebagai pelengkap kuliner ini sehingga dijamin perut akan terasa kenyang lebih lama.

Sate pencok ini tidak dijual secara khusus, melainkan dijual keliling oleh ibu-ibu yang biasa menjajakan sate pencok di rumah-rumah warga. Jadi kalau anda penasaran mau mencoba sate pencok, siapkan waktu untuk berburu. Tetapi begitu anda dapat mencoba kuliner ini, dijamin tidak menyesal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *