Kota Tua Ampenan

Ikon bersejarah Kota Mataram


Mataram merupakan ibukota dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Di kota tersebut, ada banyak hal yang menarik, salah satunya adalah kota tua, yaitu kota yang memiliki bangunan kuno dan memiliki nilai sejarah. Kota tua yang ada di Mataram tersebut terletak di Ampenan yang dahulu pernah menjadi pelabuhan dan pusat perekonomian warga setempat.

Indonesia memiliki 43 kota yang termasuk dalam Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) dan Kota Tua Ampenan adalah salah satunya. Kota tua dan bersejarah ini terletak di Kota Mataram sebelah barat, tepatnya di Kecamatan Ampenan. Kota tua ini menyimpan banyak sejarah masa lalu yang menarik sehingga tidak hanya dijadikan sebagai destinasi wisata para pelancong yang datang ke sana, tetapi juga sebagai warisan sejarah yang perlu dirawat.

Sejarah

Kota Tua Ampenan dibangun oleh Belanda sejak tahun 1924. Menurut sejarah, tujuan pembangunan kota ini adalah untuk mengimbangi kerajaan-kerajaan yang ada di Pulau Bali. Dengan kata lain, pembangunan Kota Ampenan tidak lepas dari ambisi Belanda yang ingin menciptakan kota pelabuhan di Pulau Lombok.

Asal nama Ampenan pada kota ini darikata amben yang dalam bahasa Sasak artinya tempat persinggahan. Sebagai kota pelabuhan yang digunakan sebagai tempat persinggahan berbagai suku bangsa di masa lalu, nama ini sangat cocok untuk Kota Tua Ampenan.

Ampenan pernah menjadi salah satu pelabuhan andalan di Lombok. Kota pelabuhan ini bahkan pernah dijadikan sebagai tempat bertolak bagi jamaah haji yang berasal dari pulau itu. Namun, lokasi pelabuhan kemudian dipindah ke Lembar karena ombak yang cukup besar.

Hingga saat ini, penghuni Kota Ampenan tidak hanya berasal dari satu suku bangsa dan justru sangat beragam. Ada banyak perkampungan di sana yang terdiri dari berbagai etnis seperti Melayu, Tionghoa, Bugis, Arab, dan banyak lagi. Oleh karena itu, keragamanan dan toleransi yang diterapkan oleh mereka patut dijadikan panutan. Apabila sikap toleransi tersebut dilestarikan, Indonesia akan tumbuh sebagai salah satu negara di Asia yang rukun dengan toleransi keberagaman yang tinggi.

Daya tarik dan Aktivitas yang Dapat Dilakukan

Kota Tua Ampenan memiliki banyak daya tarik sehingga sangat cocok untuk dikunjungi saat Anda singgah di Lombok. Beberapa daya tarik yang dapat ditemukan di kota tua tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Melihat keragaman etnis yang hidup bersama

Dulunya, Ampenan merupakan kota pelabuhan yang dijadikan tempat persinggahan berbagai suku bangsa. Oleh karena itu, wajar jika di masa sekarang kota ini dihuni oleh banyak suku bangsa dan memiliki tingkat keberagaman penduduk yang tinggi. Di Ampenan, Anda dapat menemukan berbagai perkampungan denganbudaya yang berbeda. Meski begitu, mereka hidup berdampingan dengan rukun dan saling memberikan toleransi kepada satu sama lain.

Ada beberapa perkampungan etnis yang dapat ditemui di Ampenan, seperti Kampung Cina, Kampung Melayu, Kampung Bali, Kampung Banjar, Kampung Bugis, dan Kampung Arab.

  1. Bangunan bersejarah bergaya Art Deco

Seperti namanya, Kota Tua Ampenan memiliki banyak bangunan bersejarah peninggalan masa lalu. Bangunan tersebut didirikan pada zaman penjajahan Belanda, yaitu sekitar tahun 1800-an. Oleh karena itu, bangunan-bangunan di sana terkesan kuno. Cukup dengan melihat sekilas, wisatawan akan langsung tahu bahwa bangunan yang ada di sana adalah bangunan bersejarah. Pasalnya, bangunan yang ada di Ampenan tetap dipertahankan keasliannya hingga sekarang dan tidak dilakukan renovasi yang dapat mengubah bentuk asli bangunan. Oleh karena itu, meski bangunan-bangunan tua tersebut tetap digunakan oleh masyarakat untuk menjalankan aktivitas seperti berdagang dan lain sebagainya, kesan kuno bangunan yang ada di sana tidak hilang. Masyarakat umumnya hanya melakukan renovasi kecil-kecilan atau hanya mengecat ulang agar tidak tampak kusam. Kesan kuno itulah yang sengaja dipertahankan dan dijadikan sebagai daya tarik utama agar Kota Tua Ampenan mampu menarik wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri.

Bangunan-bangunan yang ada di sana kebanyakan bergaya art deco ala Belanda. Saat berkunjung ke Ampenan, Anda dapat mengambil foto bangunan kuno yang ada di sana dan menjadikannya kenang-kenangan. Anda bisa berkeliling di kawasan simpang lima kota tua dan di sekitar jalan pabean. Anda juga disarankan untuk mampir ke Kelenteng Po Hwa Kong yang dipercaya sebagai kelenteng tertua yang ada di Nusa Tenggara Barat. Tempat ibadah yang terletak di Jalan Yos Sudarso nomor 180 ini termasuk kawasan Kampung Pecinan. Dengan warna pagaranya yang merah, kelenteng ini tidak sulit untuk ditemukan. Di dalam kelenteng tersebut, ada sekitar 12 dewa yang ada di altar masing-masing.

  1. Wisata kuliner

Saat berkunjung ke suatu tempat wisata, mencicipi kuliner khas adalah suatu keharusan. Pasalnya setiap daerah memiliki kuliner khas yang patut untuk dicicipi, begitu pula dengan Kota Mataram di Nusa Tenggara Barat. Saat berkunjung ke sana, Anda sangat disarankan untuk berwisata kuliner dan mencicipi berbagai menu khas, misalnya di Kota Tua Ampenan. Ada banyak menu khas yang dominan pedas dapat Anda jumpai di sana seperti plencing kangkung, ayam taliwang, dan banyak lagi.

Salah satu menu yang direkomendasikan saat Anda berkunjung ke Ampenan adalah es campur di Rumah Makan Ramayana. Rumah makan ini telah berdiri sejak tahun 1976. Es campur di tempat tersebut sangat cocok untuk menghilangkan dahaga saat cuaca panas. Selain es campur, Anda juga dapat menemukan es buah, es kacang hijau, dan es teler durian. Harga es di Rumah Makan Ramayana cukup terjangkau, hanya sekitar Rp16.000,00 sehingga tidak akan menguras isi kantong Anda.

Jika Anda berkunjung ke rumah makan tersebut saat jam makan, Anda dapat menikmati berbagai menu kuliner khas dari rumah makan legendaris tersebut, seperti gado-gado, lontong cap gomeh, maupun jajanan seperti risoles. Harga makanan di tempat tersebut juga tidak kalah terjangkau karena Anda dapat menikmati menu khas Mataram dengan harga mulai dari Rp15.000,00.

Jika Anda suka dengan masakan khas Melayu, Anda sebaiknya mampir ke Warung Rezeki Hj. Nung di Kawasan Kampung Melayu. Untuk menikmati nasi kuning di Warung Rezeki Hj. Nung, Anda hanya perlu membayar sekitar Rp15.000,00. Menu yang tersedia tidak hanya nasi kuning, melainkan ada juga nasi olah dari sayur paku dan berbagai lauk seperti daging suir, rendang, ayam cincang, maupun beberuk.

Bagi pencinta buah durian, jika Anda berkunjung ke Ampenan saat musim durian, maka tidak lengkap rasanya jika Anda tidak mencicipi durian dari kawasan ini. Anda hanya perlu pergi ke sekitar Taman Jangkar Kota Tua Ampenan yang menjadi tempat mangkal penjual durian. Anda dapat memakan buah durian langsung di tempat sambil menikmati keindahan kota.

  1. Mancing dan melihat sunset

Di Kota Tua Ampenan, wisatawan juga dapat melihat sunset. Hal ini mungkin dilakukan karena lokasi Ampenan yang dekat dengan laut dan bahkan pernah menjadi kota pelabuhan. Meski status Ampenan kini bukan lagi kota pelabuhan, wisatawan masih dapat melihat bekas-bekas dermaga saat berkunjung ke tempat tersebut. Sisa reruntuhan dermaga yang ada di sana biasa digunakan sebagai tempat memancing bagi penduduk lokal maupun wisatawan yang ingin menikmati suasana dermaga. Selain memancing, wisatawan yang datang ke bekas dermaga juga dapat melihat sunset atau matahari terbenam dari sana. Anda juga dapat berkunjung ke Pantai Ampenan dan menikmati desiran ombak dan semilir angin. Saat berkunjung ke sini, Anda dapat menikmati keindahan pantai sekaligus berwisata kuliner menyantap pisang goreng maupun menu khas laut di warung seafood.

Rute ke Lokasi

Untuk mencapai Kota Tua Ampenan, rute yang harus ditempuh tidaklah sulit. Jika Anda datang dari pusat Kota Mataram, maka Anda bisa langsung menuju Jalan Langko atau Jalan Pejangik, mengikuti jalan utama sampai ke Jalan Yos Sudarso. Dari sana, Anda akan menemukan simpang lima dan menemukan gapura yang bertuliskan “Kota Tua Ampenan”. Dari sanalah perjalanan wisata Anda akan dimulai.

Untuk sampai ke sana, Anda dapat menggunakan kendaraan pribadi baik kendaraan beroda dua seperti motor maupun mobil yang beroda empat. Jika Anda tidak membawa kendaraan pribadi, Anda masih bisa menggunakan sarana transportasi online yang cukup mudah ditemukan di sana. Perjalanan dari pusat Kota Mataram sampai ke Kota Tua Ampenan membutuhkan waktu sekitar 15–20 menit.

Tips Wisata

Bagi Anda yang berasal dari luar Mataram, berwisata ke Kota Tua Ampenan akan terasa lebih memuaskan dengan tips wisata berikut.

  1. Membawa kendaraan pribadi

Anda dapat menemukan kendaraan umum di sekitar Kota Mataram dan kawasan Kota Tua. Ada juga sarana transportasi online yang lebih memudahkan dibanding sarana transportasi biasa. Namun, saat berkunjung ke Ampenan, Anda lebih disarankan untuk membawa kendaraan pribadi. Pasalnya, dengan menggunakan kendaraanpribadi, Anda tidak hanya menghemat biaya, tetapi dapat menghemat waktu perjalanan dan lebih puas mengelilingi area wisata.

  1. Membawa kamera

Kawasan Kota Tua di Ampenan memiliki banyak pesona unik, termasuk bangunan kuno yang bergaya art deco. Selain spot-spot dengan latar belakang bangunan kuno yang unik, Anda juga dapat mengambil foto dengan latar belakang pemandangan alam seperti Pantai Ampenan dan pemandangan matahari terbenam saat senja.

  1. Luangkan waktu untuk mampir ke Pantai Ampenan

Saat Anda berkunjung ke Kota Tua, jangan lupa untuk meluangkan waktu ke Pantai Ampenan. Selain jaraknya dekat, suasana Pantai Ampenan yang berombak besar dan pemandangannya yang indah juga cukup menarik. Terlebih jika Anda ingin menikmati keindahan matahari terbenam. Sambil menanti waktu terbenamnya matahari, Anda dapat menikmati keindahan bekas dermaga, sekadar melihat penduduk lokal memancing, maupun ikut memancing bersama mereka. Anda pun dapat melihat bekas dermaga dan reruntuhannya yang merupakan bukti sejarah bahwa Ampenan pernah menjadi kota pelabuhan yang ramai.

  1. Pilih penginapan yang nyaman

Bagi wisatawan yang berasal dari luar kota, menginap di Ampenan adalah salah satu pilihan, terutama jika Anda ingin berwisata dan menikmati keindahan Kota Tua Ampenan tanpa terburu-buru. Jika Anda berniat untuk menginap, pilihlah penginapan yang lokasinya dekat dengan Kota Tua. Pastikan Anda memilih penginapan yang nyaman dan juga terjangkau.

Itulah informasi penting yang harus diketahui sebelum liburan ke kota tua Ampenan. Di masa pandemic, jangan lupa untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dengan tetap menjaga jarak dan menggunakan masker.

Share this Post

Peta Lokasi

Image

Tipe Aktivitas

  • Adventure
  • Nature
  • Hike
  • Camping
  • Sunrise

Informasi Khusus

  • Tersedia jasa sewa peralatan camping
  • Suhu dingin, siapkan jaket atau sleeping bag yang memadai

Waktu Terbaik

  • Sepanjang tahun

Kontak Resmi

  • Pokdarwis Kecamatan Sembalun
  • 0852-3758-4775
  • lombokon.official@gmail.com

Destinasi Lainnya di Sekitar

All ()
Adventure ()
Air Terjun ()
Budaya ()
Desa Wisata ()
Gili ()
Kuliner ()
Museum ()
Nature ()
Pantai ()
Religi ()
Sunrise ()
Sunset ()
Surfing ()
Underwater ()