Pelecing Kangkung, Khas karena Kangkung Begini Cuma Ada di Lombok

Perpaduan kangkung segar Lombok dipadu dengan sambal tomat dengan terasi udang dan sedikit tetesan aroma jeruk limau membuat pelecing kangkung menjadi kegemaran masyarakat Lombok di Nusa Tenggara Barat. Di Lombok, pelecing kangkung biasanya disajikan dengan tambahan kacang tanah untuk menambah gurihnya. Ayam taliwang atau menu berat lain seperti Sate Rembiga maupun hanya sekedar tahu Abian Tubuh menjadi pilihan menu utama … Read More

Tak Lengkap ke Lombok Kalau Belum Coba ‘Ares’

Seperti nama Dewa perang dalam mitologi Yunani, Ares ialah kuliner khas Lombok yang relatif jarang ditemui. Namun Ares menjadi sajian wajib di kala masyarakat Suku Sasak menggelar hajatan seperti acara resepsi pernikahan, sunatan maupun perhelatan yang menghadirkan banyak orang yang disebut ‘Begawe’. Ares sendiri dibuat dari bagian dalam batang pisang yang diiris tipis-tipis lalu dalam prosesnya diberikan bumbu dan rempah-rempah … Read More

Peresean, Duel Sportif 2 Pepadu

Duel sportif untuk menguji keberanian ini berkembang pada masyarakat suku Sasak yang mendiami Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Seni olahraga ini hanya dilakukan oleh laki-laki dengan membawa perisai atau ‘ende’ dari bahan kulit kerbau dengan senjata rotan atau lazim disebut ‘penjalin’. Para petarung dalam seni tari tradisi masyarakat adat ini disebut ‘pepadu’ yang merujuk pada kata kesamaan bobot untuk menujukan … Read More

Gebyar Pesona Pesisir Tanjung Luar

Tanggal 5 – 11 Desember 2020, masyarakat Lombok Timur memiliki hajatan besar, khususnya masyarakat yang berada di kawasan Teluk Jukung, yaitu kawasan pesisir Tanjung Luar, Pijot dan Maringkik: Gebyar Pesona Pesisir Tanjung Luar. Event ini juga merupakan persembahan keindahan dan kearifan masyarakat kawasan Teluk Jukung, sebagai langkah promosi serta upaya memberikan keyakinan kepada wisatawan bahwa kawasan Teluk Jukung siap dikunjungi … Read More

Melacak Jejak Wallace di Kota Tua Tak Berhantu

Setua apa kota bekas pelabuhan Ampenan? Jika rujukannya dengan bukti fisik bangunan-bangunan masa kolonial Belanda yang masih terawat dengan baik, jawabannya lebih kurang satu abad. Setelah perang Lombok di tahun 1896, Belanda butuh waktu sekitar dua dasawarsa untuk membangun sejumlah fasilitas di Ampenan, termasuk penyempurnaan dermaganya. Namun 40 tahun sebelum itu, pada 1856, seorang lelaki dari Inggris, telah mencatat hasil … Read More